“Yang penting bukan siapa yang paling cepat, tapi bagaimana kita bisa sampai bersama.”
Kalimat sederhana ini jadi filosofi yang menarik dalam kegiatan Touring Purbowangi.
Touring biasanya identik dengan rekreasi dan melepas penat setelah bekerja. Tapi kalau dirancang dengan baik, touring juga bisa jadi cara untuk membangun kebersamaan, teamwork, dan budaya kerja.

Belajar dari Perjalanan
Dalam perjalanan bersama, kita bisa belajar banyak hal. Ada anggota yang tertinggal, kita menunggu.A da kendaraan yang bermasalah, kita membantu. Kalau perjalanan tidak sesuai rencana, kita beradaptasi.
Dan ketika akhirnya semua sampai di tujuan, keberhasilan itu dirasakan sebagai keberhasilan bersama.
Bukankah hal yang sama juga terjadi di rumah sakit?
Pelayanan pasien di RS tidak mungkin dilakukan oleh satu orang atau satu profesi saja. Dokter, perawat, tenaga penunjang, administrasi, farmasi, petugas kebersihan, keamanan, dan seluruh unsur rumah sakit harus bergerak sebagai satu tim. Ketika ada pasien complain karena menunggu dokter yang belum mulai, maka ada yg menjelaskan kepada pasien bahwa dokter masih sedang mengoperas pasien lain, sementara yg lain memberi tahu kepada dokter ybs.
Dari “Saya” Menjadi “Kita”

Touring memberi kesempatan kepada pegawai untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai, tanpa terlalu dibatasi oleh jabatan atau unit kerja. Di sinilah komunikasi dan kedekatan bisa tumbuh secara alami. Yang biasanya hanya bertemu untuk urusan pekerjaan, bisa saling mengenal lebih dekat.
Di Rumah sakit biasa bekerja di unit masing-masing, bisa merasakan bahwa mereka sebenarnya adalah bagian dari satu keluarga besar Purbowangi.
Karena itu, Touring Purbowangi bukan cuma soal destination, tapi juga tentang connection. Ada Team Building-nya
Contoh sederhana, Setelah para biker dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari berbagai unit dan profesi. Mereka kemudian menghadapi tantangan sederhana yang membutuhkan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian.
Setelah itu, peserta bertanya dalam hati: “Apa yang membuat tim kita berhasil?” “Apa yang terjadi kalau satu anggota tidak peduli pada anggota lainnya?”
“Apa yang bisa kita bawa dari perjalanan ini ke tempat kerja?”

Budaya Kerja, yang disepakati sebagai Misi ke 3 RSU Purbowangi. Budaya kerja Tidak Dibangun dalam Sehari, Budaya kerja bukan cuma tulisan di Misi. Budaya terbentuk dari perilaku kecil yang dilakukan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan bersama.
Melalui Touring Purbowangi, diharapkan tumbuh empat nilai (4 C) sederhana: Care – peduli kepada pasien dan rekan kerja. Collaboration – mau bekerja sama, Communication – terbuka dan saling menghargai, Commitment – bertanggung jawab terhadap tujuan bersama.
Berangkat Bersama, Pulang Membawa Komitmen, karena Touring boleh jadi perjalanan untuk bersenang-senang. Tapi akan jauh lebih bermakna kalau setiap peserta pulang membawa satu kesadaran baru:
Karena pada akhirnya, RS Purbowangi tidak membutuhkan sekumpulan individu yang hanya bekerja di tempat yang sama. RS Purbowangi membutuhkan tim yang saling menjaga, saling membantu, dan bergerak menuju tujuan yang sama.
Berangkat bersama. Bergerak bersama. Tumbuh Bersama, yg kita sepakati sebagai motto kita Profesional Bertumbuh Unggul
Inilah semangat Touring Purbowangi. Yuuk touring lagi.(BS)


